Kabupeten Bekasi -Jumat 26/06/2026 Tradisi Babaritan atau yang kerap dikenal sebagai sedekah bumi ini menjadi agenda turun-temurun masyarakat khususnya warga cikarageman yang masih melekat dalam budaya lokal Sunda.
Babaritan merupakan refleksi hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Kata ‘Babarit’ sendiri bermakna melenyapkan kesusahan dan memohon keberkahan serta rasa syukur atas nikmat yang telah didapatkan dalam kehidupan oleh sang pencipta”ucap Kades Cikarageman.
kegiatan tersebut berlokasi di pojok rawa taman RT003/RW/003 desa cikaragemen kecamatan setu bekasi dan dihadiri oleh kades Cikarageman Markun Hidayat, Babinsa dan bimsapol serta pemdes cikarageman dan para tokoh adat yang ada di cikarageman
selain itu perayaan ini semakin meriah dengan kehadiran warga dari berbagai kalangan usia serta hiburan jaipong sebagai simbol seni dan budaya. Hal ini menjadi simbol kuatnya kerukunan dan gotong royong di tengah modernisasi.
Di tengah derasnya arus modernisasi, tradisi Babaritan menjadi benteng pertahanan budaya yang sarat akan nilai-nilai spiritual dan sosial. Warga berharap, tradisi ini terus diwariskan kepada generasi muda agar nilai-nilai luhur dan rasa syukur terhadap alam tidak pernah pudar.












