Solok – Mediaintelkriminal.co.id//-Senin,18 Agustus 2025
Suasana duka masih menyelimuti keluarga besar Afdal Hasri Putra (35), sopir truk asal Solok yang akrab disapa Dadang. Ia ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di dalam bak truk yang sehari-hari dikendarainya. Kejanggalan demi kejanggalan mewarnai penemuan jasad Dadang, sehingga menimbulkan tanda tanya besar: apakah benar ia meninggal karena bunuh diri, atau ada dugaan kuat tindak kriminal di balik kematiannya?
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan keluarga, Dadang terakhir kali terlihat pada Senin, 12 Februari 2024, usai membongkar muatan di Kota Padang. Seperti kebiasaan sopir lainnya, ia kemudian membawa truk ke tempat pencucian di kawasan Cupak, Kabupaten Solok.
Keesokan harinya, Selasa, 13 Februari 2024 pukul 07.30 WIB, Dadang sempat berkomunikasi dengan ibunya. Itu menjadi kontak terakhir yang dilakukan almarhum sebelum ponselnya tiba-tiba tidak lagi aktif.
Keluarga yang cemas kemudian mencoba menelusuri keberadaan Dadang. Informasi terakhir menyebutkan bahwa truknya masih berada di pencucian. Kamis, 15 Februari 2024 pukul 11.00 WIB, ibu dan keluarga Dadang menjemput truk tersebut. Namun, saat itu tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan sang sopir. Truk sempat dibawa pulang ke rumah hingga sore hari, tanpa ada firasat bahwa jasad Dadang berada di dalamnya.
Pencarian terus dilakukan. Hingga pada Sabtu, 17 Februari 2024 sekitar pukul 16.30 WIB, dengan dorongan firasat seorang ibu, keluarga kembali memeriksa truk tersebut. Betapa terkejutnya mereka ketika menemukan Dadang sudah dalam kondisi tak bernyawa, tergantung di dalam bak truk. Jasadnya sudah menghitam, diduga karena telah meninggal beberapa hari sebelumnya.
“Padahal saat pertama kali truk dibawa pulang, tidak ada tanda-tanda ada orang di dalamnya,” jelas salah satu anggota keluarga.
Penyelidikan Kepolisian
Setelah penemuan itu, pihak keluarga segera melapor ke Polsek Lembah Gumanti pada hari yang sama, sekitar pukul 16.30 WIB. Jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk keperluan otopsi sekitar pukul 18.00 WIB.
Proses otopsi dilakukan pada Minggu, 18 Februari 2024 pukul 09.00–12.00 WIB. Namun, hasilnya belum mampu memberikan kesimpulan jelas mengenai penyebab kematian Dadang. Usai pemeriksaan, jenazah dipulangkan dan dimakamkan oleh keluarga pada sore harinya.
Keluarga Meminta Keadilan
Keluarga menegaskan bahwa mereka tidak yakin Dadang meninggal karena bunuh diri. Sang ibu bahkan meyakini ada indikasi kuat bahwa anaknya menjadi korban pembunuhan.
“Kami meminta kepada Pak Polisi agar bisa mengungkap apa sebenarnya yang terjadi terhadap anak saya. Firasat saya sebagai orang tua, anak saya tidak mungkin bunuh diri. Kami mohon agar kasus ini diusut tuntas sampai jelas penyebab kematiannya,” ungkap ibu almarhum dengan penuh harap.
Pihak keluarga juga berharap media ikut mengawal kasus ini agar tidak berhenti di tengah jalan. Sementara itu, Polres Solok di Arosuka dikabarkan telah memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan sebagai bagian dari penyelidikan lebih lanjut.
Misteri yang Belum Terjawab
Kematian Dadang menyisakan banyak pertanyaan. Bagaimana mungkin jasad bisa ditemukan tergantung di truk, padahal sebelumnya keluarga sudah sempat membawa pulang kendaraan tersebut tanpa menemukan apapun? Apakah benar Dadang meninggal dengan cara bunuh diri, atau justru ada pihak lain yang terlibat?
Hingga kini, misteri kematian Dadang masih menunggu jawaban. Publik berharap pihak kepolisian dapat mengungkap fakta sebenarnya agar keluarga mendapatkan keadilan dan kepastian hukum.












