JAKARTA — Pemerintah terus mempercepat realisasi program perumahan rakyat guna menekan angka keterjangkauan hunian (backlog perumahan) di Indonesia. Langkah konkret ini diwujudkan melalui peresmian akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi serta penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan secara serentak.
Program ini ditujukan untuk memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan pelaku usaha kecil agar dapat memiliki hunian yang layak dan terjangkau. Selain mempermudah proses pembiayaan, skema KUR perumahan juga disiapkannya untuk mendukung ekosistem usaha berbasis properti di tingkat mikro.
Pemerintah menegaskan bahwa sinergi antara perbankan penyalur, pengembang (developer), dan lembaga pembiayaan menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Dengan adanya skema subsidi bunga dan kemudahan uang muka (down payment), masyarakat diharapkan tidak lagi kesulitan memenuhi syarat administratif maupun finansial dalam mengajukan KPR.
Melalui peresmian akad massal ini, pemerintah optimistis target penyediaan rumah layak huni bagi jutaan keluarga di berbagai daerah dapat tercapai secara bertahap dan berkelanjutan.












